Rabu, 09 November 2011

TATA CARA PENGECATAN KAYU UNTUK RUMAH DAN GEDUNG


“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”
1 RUANG LINGKUP
Tata cara ini memuat cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung antara lain pada pintu, jendela, lisplang dan sebagainya serta penanggulangan kegagalan dalam pengecatan dan berlaku bagi produk cat yang mencantumkan label SNI.
Standar ini tidak mencakup keselamatan, keamanan, kesehatan kerja dan lingkungan.
2 ACUAN NORMATIF
SNI 03-6861.1-2002, Spesifikasi bahan bangunan bagian A (Bahan bangunan bukan logam)
SNI 06-4827-1998, Spesifikasi campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak
SNI 06-4564-1998, Dempul kayu untuk kayu lapis
SNI 06-0657-1989, Plamir kayu
SNI 06-3685.1-2000, Spesifikasi cat merah timbal siap pakai
ISTILAH DAN DEFINISI
MENI KAYU
berfungsi memberikan proteksi terhadap noda yang dihasilkan oleh getah kayu
CAT DASAR
cat dasar digunakan sebelum cat akhir untuk meningkatkan daya rekat cat dengan kayu dan menyeragamkan warna pada cat akhir
DEMPUL KAYU
suatu bahan berupa pasta mengandung kadar pigmen tinggi dan akan mengeras sesudah dibiarkan di udara, yang berfungsi untuk menutup lubang-lubang pada kayu
PLAMIR KAYU
suatu bahan berupa pasta terdiri dari bahan pengisi pigmen dan bahan pengikat, yang berfungsi sebagai cat dasar untuk menutup pori-pori pada permukaan kayu dan celah-celah sambungan serta memberi suatu lapisan yang kuat untuk pengecatan berikutnya
CAT TUTUP UNTUK KAYU
cat yang campuran utamanya, terdiri dari bahan pengikat (yang larut dalam pelarut organik),
pigmen dan pelarut organik. Cat ini membentuk lapisan film (tipis, padat, kering) setelah pelarutnya menguap dan berfungsi sebagai pelindung serta memperindah permukaan pigmen senyawa berupa serbuk sangat halus atau pasta cat berupa suspensi gunanya untuk memperkuat selaput cat dan memberikan warna serta daya tutup
TERPENTIN
pengencer cat yang dibuat dari getah pohon pinus, warnanya jernih, mudah menguap dan
mudah terbakar dengan titik didih 150 – 180 0C
TINER (white spirit, solvent naphta)
pengencer cat yang dibuat dari minyak bumi, merupakan hasil sulingan minyak tanah, mudah menguap dan mudah terbakar dengan titik didih 135 – 180 0C
KAPE DAN SKRAP
Berupa plat baja yang lentur dan ujungnya rata untuk meratakan dempul atau plamir
PERSYARATAN BAHAN, ALAT DAN PELAKSANAAN PENGECATAN
BAHAN
MENI KAYU
Meni kayu sesuai SNI 06-3685.1-2000 harus memenuhi syarat antara lain:
a) keadaan dalam kaleng: sewaktu dibuka cat tidak boleh mengandung endapan dan atau
bahan asing lainnya, serta berbahan dasar minyak;
b) sifat penggunaan: apabila cat dasar kayu diulaskan sesuai standar yang berlaku dapat
menutup noda yang dihasilkan oleh getah kayu.
CAT DASAR
Cat dasar kayu sesuai SNI 06-4827-1998 harus memenuhi syarat antara lain:
a) keadaan dalam kaleng: sewaktu dibuka cat tidak boleh mengandung endapan dan atau bahan asing lainnya, serta berbahan dasar minyak;
b) sifat penggunaan: apabila cat dasar kayu diulaskan sesuai standar yang berlaku dapat
menutup noda yang dihasilkan oleh dempul maupun plamir.
DEMPUL KAYU
Dempul kayu sesuai SNI 06-4564-1998 harus memenuhi syarat antara lain:
a) keadaan dalam kaleng: sewaktu dibuka konsistensi harus merupakan suatu massa yang serba sama (homogen);
b) sifat penggunaan: apabila dempul diulaskan sesuai standar yang berlaku menggunakan kape atau skrap harus mudah dan pasta tidak putus,dapat menutup lubang pada kayu, setelah kering tidak terkelupas dan mudah diampelas.
PLAMIR KAYU
Plamir kayu sesuai SNI 06-0657-1989 harus memenuhi syarat antara lain:
a) keadaan dalam kaleng: sewaktu dibuka, plamir tidak boleh mengandung endapan dan
atau bahan asing lainnya, serta masih berupa pasta serba sama;
b) sifat penggunaan: apabila plamir diulaskan sesuai standar yang berlaku, setelah kering
tidak terkelupas dan mudah diampelas.
CAT KAYU
Cat kayu sesuai SNI 06-4827-1998 harus memenuhi syarat antara lain:
a) waktu pengeringan sesuai spesifikasi;
b) keadaan dalam kaleng: sewaktu kaleng baru dibuka, cat tidak boleh mengandung endapan, menggumpal, mengeras, mengulit, berbau busuk, adanya pemisahan warna
dan bahan asing lainnya, serta mudah diaduk menjadi campuran serbasama;
c) sifat pengulasan dan sifat lapisan kering cat siap pakai, harus mudah diulaskan dengan
kwas sesuai standar yang berlaku.
d) lapisan cat kering harus halus, rata, tidak berkerut, tidak turun dan tidak meninggalkan
bristles (gelembung-gelembung kecil);
e) mudah dibersihkan dari noda.
f) tidak mengandung bahan merkuri dan timah hitam yang mempunyai dampak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
PERALATAN
PENGECATAN DENGAN KWAS
Peralatan yang digunakan untuk pengecatan dengan kwas antara lain:
a) kwas, sekrap dan kape;
b) batang pengaduk terbuat dari kayu atau besi atau bahan lain yang tidak bereaksi
dengan cat ;
c) ampelas No. 0 – 2;
d) sikat dan lap untuk membersihkan debu;
e) wadah atau kaleng kosong yang sudah dibersihkan;
f) alat-alat bantu yang kokoh (misal tangga) yang memenuhi keselamatan kerja.
PENGECATAN DENGAN SPRAYER
Peralatan yang digunakan untuk pengecatan dengan sprayer antara lain:
a) sprayer, kawat pembersih nozel, sekrap dan kape;
b) batang pengaduk terbuat dari kayu atau besi atau bahan lain yang tidak bereaksi
dengan cat ;
c) ampelas No. 0 – 2;
d) sikat dan lap untuk membersihkan debu;
e) wadah atau kaleng kosong yang sudah dibersihkan;
f) alat-alat bantu seperti sarung tangan, kaca-mata, masker dan tangga yang memenuhi
persyaratan keselamatan kerja.
PERSYARATAN PENGECATAN
Persyaratan untuk menghasilkan pengecatan yang baik adalah:
a) perkirakan kebutuhan cat yang diperlukan dengan daya sebar sesuai petunjuk kemasan
cat
b) persiapkan permukaan yang akan dicat dalam keadaan kering dan bebas debu, lindungi bagian-bagian yang seharusnya tidak kena cat;
c) hindari saat mengecat jendela dalam keadaan tertutup karena sesudah kering, cat dapat
menyebabkan daun jendela menempel dengan bingkainya;
d) untuk mengecat daun pintu, sebaiknya roller khusus yang biasa disebut “cigar” atau
“hotdog” roller, karena akan menghasilkan pengecatan yang halus dan tidak meninggalkan tanda seperti kwas;
e) sebaiknya daun pintu / jendela dicopot terlebih dahulu, sehingga dapat mengecat secara horizontal;
f) untuk cat semprot, pengenceran sesuai petunjuk kemasan dan tergantung lubang nozel
dan tekanan angin yang digunakan;
g) semua peralatan dalam keadaan bersih dan kering.
h) jangan melakukan pengecatan lapisan kedua sebelum lapisan pertama benar-benar kering, karena akan mengakibatkan kegagalan pengecatan (cat meleleh) dan sebagian cat yang belum kering tersebut akan tertarik oleh roll atau kwasnya;
i) untuk semua produk cat yang berbahan dasar minyak, pengenceran harus
menggunakan bahan pengencer yang sesuai petunjuk dalam kemasan cat.
PELAKSANAAN PENGECATAN
Pengecatan dengan menggunakan kwas
Persiapan permukaan
Kayu baru
Persiapan yang perlu dilakukan:
a) permukaan kayu harus kering sempurna, bebas dari debu, kotoran dan minyak;
b) tutup lubang-lubang kecil dengan plamir dan untuk lubang-lubang besar gunakan dempul;
c) haluskan permukaan dengan ampelas dan bersihkan dari debu;
d) ulaskan satu lapisan meni dan biarkan kering.
KAYU YANG PERNAH DICAT ATAU DIPERNIS
Persiapan yang perlu dilakukan:
a) bila cat lama dalam keadaan baik dan masih kuat daya lekatnya, maka bersihkanlah
permukaan dengan sabun dan air, larutan detergent atau solvent yang cocok untuk menghilangkan debu, kotoran, gemuk, minyak poles dsb;
b) sementara permukaan masih basah, ampelas dengan kertas ampelas tahan air ukuran medium, kemudian bilas dengan air bersih dan biarkan mengering;
c) kalau lapisan cat lama mengelupas atau mengapur, maka hilangkan lapisan tersebut dengan cara mengerok sampai ke permukaan kayu sehingga hanya tersisa bagianbagian yang masih baik;
d) pada bagian-bagian yang nampak kayunya berilah plamir kayu dan untuk menutup lubang-lubang yang besar gunakan dempul kayu;
e) bila cat lama sangat buruk keadaannya, maka hilangkan seluruhnya dan lakukan persiapan permukaan sama seperti pada kayu baru.
PERSIAPAN BAHAN
Meni kayu
Meni kayu diaduk sampai rata, bila perlu ditambahkan pengencer (terpentin) secukupnya.
Dempul kayu
Dempul kayu dapat digunakan langsung tanpa pengencer.
Plamir kayu
Plamir kayu diaduk sampai rata, bila perlu ditambahkan pengencer (terpentin) secukupnya.
Cat dasar
Cat dasar diaduk sampai rata, bila perlu ditambahkan pengencer (terpentin) secukupnya.
Cat tutup
Cat tutup kayu diaduk sampai rata, bila perlu ditambahkan pengencer (terpentin)
secukupnya.
Tahap pengecatan akhir
a) ampelas permukaan kayu sampai halus kemudian bersihkan;
b) mulai berikan satu lapis primer / meni;
c) biarkan selama minimal 6 jam, sehingga lapisan benar-benar kering;
d) kemudian ampelas dan bersihkan;
e) berilah cat akhir dan biarkan selama minimal 6 jam, sehingga lapisan benar-benar
kering;
f) kemudian ampelas dan bersihkan;
g) lakukan pengecatan lapisan kedua sampai rata.
h) bila kondisi lapisan cat lama masih dalam keadaan baik, proses pengecatan dapat
dilakukan seperti pada pengecatan kayu baru;
i) bila cat lama sudah mengelupas/mengapur lakukan pengerokan terhadap cat lama
sampai bersih;
j) selanjutnya lakukan langkah a) sampai g).
Pengecatan dengan menggunakan sprayer
Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengecatan dengan kwas berlaku juga untuk
pengecatan dengan sprayer, hanya dalam pelaksanaan pengecatan, cat perlu diencerkan
dengan tiner disesuaikan petunjuk pada kemasan yang umumnya 10 – 30% tergantung
pemakaian besar nozel dan tekanan angin serta jarak penyemprotan.
Membersihkan alat
Membersihkan kwas
a) bersihkan kwas dari sisa cat yang masih menempel;
b) rendam kwas dalam terpentin;
c) bila cat telah mengeras di kwas, gunakan sikat kawat untuk memisahkannya (bila tidak
ada sikat kawat dapat juga menggunakan sikat plastik biasa);
d) cuci kwas menggunakan terpentin, kemudian keringkan bulu kwasnya;
e) simpan kwas dalam keadaan terbungkus.
Membersihkan roller
a) bersihkan roller dari sisa cat kemudian rendam dalam terpentin;
b) cuci dengan terpentin sampai bersih;
c) peras rooler kemudian keringkan dan simpan dengan posisi vertical atau digantung.
Membersihkan sprayer
a) bersihkan tabung sprayer dengan menambahkan tiner dan kocok-kocok, lalu
semprotkan, kemudian sisanya buang atau masukan kedalam kaleng;
b) nozel direndam tiner, lalu dibersihkan lubang nozel dengan kawat.
5.3.4 Menyimpan sisa cat
a) bila masih memiliki sisa cat yang belum terpakai, maka dapat menyimpannya selama cat tersebut belum mengeras;
b) simpan sisa cat dalam kemasan yang tertutup rapat, pada suhu ruangan dan ditempat
yang kering serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
CARA PENANGGULANGAN BILA TERJADI KEGAGALAN DALAM PENGECATAN
Untuk menanggulangi bila terjadi kegagalan dalam pengecatan dapat dilihat pada Tabel 1
Cara penanggulangan
- Pengecatan pada permukaan yang belum kering,
- Pengecatan terkena terik matahari langsung,
- Pengecatan atas permukaan yang lama sudah terjadi pengapuran,
- Pengecatan atas permukaan yang kotor dan berminyak,
- Bahan yang dicat menyusut/ memuai, ini terjadi apabila permukaan yang dicat mengandung air atau menyerap air.
- Kerok lapisan cat yang menggelembung dan haluskan permukaannya dengan kertas
ampelas,
- Beri lapisan cat baru hingga seluruh permukaan tertutup rata,
- Kerok lapisan yang mengelupas dan bersihkan dengan kertas ampelas hingga permukaan rata, halus dan kering,
- Beri lapisan cat yang baru hingga permukaan tertutup rata.
Bila anda membutuhkan jasa dibidang kami silahkan hubungi
team bangunan kami

Contac Person :

Daryadi
087884357954

email: ya_dimanja@yahoo.com

DUNIA BANGUNAN
Jl. Raya Bogor km 41, Padurenan Blok A no. 66
Rt. 03/05 Kel. Pabuaran, Cibinong - Bogor

Tidak ada komentar: